Surakarta (08/12) Peningkatan kompetensi guru, merupakan tuntutan profesi yang harus dipenuhi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sehingga upaya untuk meningkatkan kompetensi guru menjadi bagian penting yang harus selalu dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan untuk menjaga profesionalitas guru. Dalam kondisi pandemic covid-19, seorang guru dituntut untuk bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang baru. Guru juga harus belajar beradaptasi dengan hal-hal baru yang berlaku saat ini, di antaranya yaitu memanfaatkan akun belajar.id untuk membuat desain materi pembelajaran lebih menarik.
Akun belajar.id merupakan akun pembelajaran elektronik yang memuat nama akun yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Dengan memanfaatkan akun belajar.id seorang guru dapat mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik untuk mendukung pembelajaran dari rumah maupun pembelajaran tatap muka melalui penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Raport peserta didik merupakan laporan hasil dari suatu kegiatan pembelajaran disekolah yang disusun secara benar dan merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi antara sekolah dengan orang tua peserta didik. Dokumen ini juga menghubungkan sekolah dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar anak pada kurun waktu tertentu. Karena itu, rapor harus komunikatif, informatif, dan komprehensif (menyeluruh), dalam memberikan gambaran tentang hasil belajar peserta didik tersebut. Materi yang dilaporkan dalam hal ini adalah hasil penilaian harian, tugas harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, nilai kepribadian, ekstrakulikuler beserta data yang diperlukan yang berkaitan dengan rapor. Proses penginputan nilai, perhitungan nilai, hingga penggabungan nilai dari berbagai guru mata pelajaran menjadi proses yang harus presisi dan terkadang memakan waktu.
Untuk membantu pendidik melaksanakan penilaian otentik dalam pembelajaran serta data penilaian yang diperoleh dapat diintegrasikan dengan Dapodik, Subdit Kurikulum SMA telah mengembangkan suatu aplikasi penilaian berbasis kurikulum 2013. Aplikasi penilaian tersebut dikenal senagai aplikasi E-rapor yaitu perangkat lunak berbasis web untuk menyusun laporan capaian kompetensi peserta didik oleh tingkat satuan Pendidikan. Dengan memanfaatkan aplikasi E-Raport diharapkan dapat mengubah pola kerja pendidik dari pola manual ke pola digital , dan dapat melaksanakan proses penilaian otentik sesuai standar penilaian pendidikan sebagai salah satu wujud peningkatan kompetensi guru. Aplikasi E-Raport juga diharapkan dapat memberikan manfaat dan memberikan efek positif terhadap dunia pendidikan untuk lebih berkembang dan maju di era digital ini.
Karena itu SMAN 8 Surakarta mulai tanggal 8 – 10 Desember 2021 mengadakan kegiatan IHT untuk mencapai kompetensi tersebut. IHT dilaksanakan di ruang guru diikuti oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Delta. Tema kegiatan In House Training adalah “Pemanfaatan E-Raport dan Akun belajar.id Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Blended Learning Di SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2021/2022”. SMA Negeri 8 Surakarta berupaya memaksimalkan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis Blended Learning untuk meningkatkan profesionalisme guru dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Tujuan dari kegiatan IHT ini adalah :

  1. Mempermudah proses penginputan nilai, perhitungan nilai, hingga penggabungan nilai dari berbagai guru mata pelajaran.
  2. Memudahkan kolaborasi antara Kepala Sekolah/admin, guru dan peserta didik dalam penyampaian hasil belajar peserta didik.
  3. Memberi kemudahan kepada pembelajar/ guru untuk memakai aplikasi-aplikasi yang ada di google bila telah mengaktifkan dan memanfaatkan akun @belajar.id
  4. Mempermudah peserta didik dalam pengikuti proses pembelajaran selama PJJ maupun PTM.